HadisRiwayat Muslim. Pedang Waktu. Waktu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memanfaatkannya dengan baik , maka ia akan memanfaatkanmu. Hadis Riwayat Muslim. Dari banyak kumpulan motto hidup islami untuk mahasiswa, motto hidup keren inilah yang paling krusial. Seorang mahasiswa harus bisa memanfaatkan masa kuliahnya dengan baik dan benar. Saudarakuseiman, Pepatah Arab menyatakan bahwa waktu itu bagaikan pedang artinya barang siapa yang tidak mampu mengatur waktu dengan sebaik - baiknya maka ia akan merugi. Mari kita perhatikan motivasi/targhib dari hadist - hadist Rasulullah SAW tentang keutamaan orang - orang yang menunaikan sholat sunat fajar 2 rakaat lebih baik dari Padahal waktu termasuk nikmat yang akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah ﷻ kelak. Selain itu, dia juga bagaikan pedang, apabila kita tidak memanfaatkannya, maka kita sendiri yang akan dimanfaatkan, terjebak dengan hal-hal buruk dan binasa olehnya. Oleh karenanya, agama Islam sangat memperhatikan masalah waktu. SURGAdibawah .NAUNGAN PEDANG .. dan.. KAKI IBU .. 1 >> Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu 'anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Benarlahkata orang, waktu laksana pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu luang Anda dalam kebaikan, bukan dalam maksiat. Karena jika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat. Selanjutnyamarilah kita simak bersama hadits berikut ini. Semoga Allah Swt. berkenan membukakan pintu ilmu dan hikmah-Nya bagi kita semua. *** Sehingga ada ungkapan, bahwa waktu itu bagaikan pedang. Ibaratnya dalam pertarungan dua orang yang sama-sama bersenjatakan sebilang pedang. Bila kita tidak pandai memainkan pedang di tangan, maka Uh3LOr. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mutiara Man Jadda WajadaWAKTU LAKSANA PEDANGالوقت كالسيف ان لم تقطعه قطعك“Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka " Al-MahfudzatWaktu itu seperti pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu PepatahArabWaktu akan terus berjalan, apapun yang terjadi, apapun yang kita lakukan. Matahari akan terus bersinar di pagi hari, tenggelam di sore hari digantikan bulan, lalu terbit lagi di pagi harinya. Begitulah waktu akan terus waktu tidak bisa diputar, pun tidak bisa ditunda. Kita hidup sebagai manusia, tugas kita adalah memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tidak pernah tahu kapan nikmat waktu akan dicabut dari diri kita, saat kita harus menghadap Yang Maha saatnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, berkarya sebanyak-banyaknya, berprestasi setinggi-tingginya, beribadah sekhusyu-khusyu’nya, beramal seikhlas-ikhlasnya, bekerja sekeras-kerasnya, berdoa tiada putusnya. Kalau itu tidak kita lakukan, waktu akan “memotong” kita karena kita telah itu selalu datang di saat akhir. Waktu akan terus berjalan. Singsingkan baju lebih tinggi, kuatkan tekad lebih dalam, niatkan lebih ikhlas, hari ini kita akan menjadi PRIBADI BARU, dengan sikap dan kebiasaan baru yang lebih positif, dengan target-target hidup yang lebih terukur, agar hidup menjadi lebih bermanfaat dan جد وجدSalam Man Jadda WajadaSukses. Bermanfaat. BerkahFollow me on TWITTER akbarzainudin Lihat Pendidikan Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Waktu Bagaikan PedangRamadhan segera berkemas untuk tinggalkan kita. Waktu begitu cepat berlalu. Dan tanpa terasa kita tinggal beberapa hari lagi bersamai bulan yang mulia ini. Sungguh akan merugi jika kita tidak memanfaatkan waktu yang kita miliki. Terkadang kita sebagai manusia lupa akan 2 nikmat yang Allah berikan. Yang pertama nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Berapa banyak waktu kita terbuang begitu saja tanpa melakukan kegiatan apapun. Nikmat sehat yang kita miliki terkadang kita sia-siakan. Tak menyadari bahwa banyak di luar sana yang mau bediri saja susah, mau makan tidak enak dan merasakan tubuhnya lemas tak berdaya. Sedangkan kita yang sehat. Justru hanya berdiam diri tidak memaksimalkan ibadah dan sibuk dengan urusan dunia yang sementara. Astaghfirullahal Adzhiim. Yang kedua nikmat waktu luang. Waktu bagaikan dua mata pedang, jika kita tidak memanfaatkan dengan baik maka kita justru akan rugi. Pedang akan menebas kita itu pandai-pandailah memanfaatkan nikmat sehat dan nikmat waktu/ sempat. Ramadhan yang tinggal bebera hari lagi. Mari kita maximalkan ibadah kita. NMalam 25 semoga kita mendapatkan malam lailatul Qodar malam yang lebih baik dari seribun. Makam itu tidak serta merta datang dan kita jumpai. Namun perlu tindakan dan usaha untuk kita bisa berjumpa dengannya. Berdoa dan berdzikir kepada Allah. Melakukan kebaikan- kebaikan dengan infaq atau sodaqoh. Berbagi rezeki yang kita dapatkan kepada orang lain. Ingat ada hak mereka di dalam rezeki yang kita terima. Ayo berlomba-lomba untuk mendapatkan kemenangan. Masih ada sedikit waktu, jangan kita sia-siakan sedikit waktu yang ada kita sehat tetap semangat dan terus berkarya. Gunungkidul, 15 April 2023 Lihat Diary Selengkapnya Oleh Erna Ummu Azizah Komunitas Peduli Generasi dan Umat WAKTU begitu cepat berlalu. Terkadang waktu sehari, seminggu, sebulan bahkan setahun itu tidak terasa. Ada yang rasanya baru kemarin masih anak-anak, sekarang sudah beranjak dewasa. Ada juga yang rasanya baru kemarin masih muda, sekarang sudah renta. Bahkan ada juga yang rasanya baru kemarin masih bertegur sapa, kini mereka telah tiada. Ya, waktu terus berputar, dan sungguh waktu yang sudah berlalu tidak bisa diputar kembali. Maka, alangkah meruginya jika waktu yang Allah berikan terbuang dengan percuma tanpa diisi dengan aktivitas yang bermakna. Begitu pentingnya menjaga waktu, sampai-sampai Allah pun bersumpah dengannya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, serta nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al-Ashr [103] 1-3 Sayangnya, banyak diantara kita yang masih menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhiratnya serta terlalu menyibukkan diri dengan perkara dunia. Bahkan ada yang lalai dan tidak mengerjakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Muslim. Dan mirisnya lagi, jika diingatkan perkara akhirat, tak sedikit yang mengatakan nanti’. Padahal nanti-nanti keburu mati. Jika demikian, maka kerugian dan penyesalanlah yang akan ia dapatkan di akhirat kelak. Sungguh tepat ketika Rasulullah Saw mengingatkan mengenai hal ini di dalam sabdanya “Dua hal yang banyak orang tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari sahabat Ibnu Abbas ra. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’, no. 6778. Padahal yang namanya waktu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah Saw bersabda “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dalam hal apa hartanya tersebut ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.” HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Ashahihah, no. 946. Waktu bagaikan pedang. Jika kita tidak memotongnya memanfaatkannya, maka dia akan memotong kita. Jika kita tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik haq, pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia batil. Demikianlah betapa pentingnya menjaga waktu. Kita harus memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin. Karena waktu tidak pernah menunggu kita, kalau kita tidak memanfaatkan waktu maka waktulah yang akan menggilas kita. Ada baiknya kita pun merenungkan sabda Rasulullah Saw “Berlombalah dalam amal kebajikan dengan tujuh perkara yakni bersegeralah kepada amal shalih sebelum terjadinya salah satu dari tujuh penghalang ini, apakah kalian menunggu kecuali kemiskinan yang melupakan yakni seseorang yang sibuk mencari sesuap nasi, sehingga dia meninggalkan dan melupakan ketaatan dan amal shalih, atau kekayaan yang melampaui batas yakni harta dan uang berlebih biasanya menyebabkan seorang hamba bersikap melampaui batas dan tenggelam dalam syahwat-syahwat yang diharamkan, atau sakit yang merusak atau renta yang menyebabkan penyesalan ketuaan dan lanjut usia, atau kematian yang menunggu, atau dajjal yang ia adalah seburuk-buruk yang ditunggu, ataukah kiamat, yang kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah ra, dan At-Tirmidzi. Oleh karena itu, mari kita pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Bersegera menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Meneladani Rasulullah dalam setiap langkah kita. Dan, tak lupa kita berdoa semoga Allah memberikan kekuatan dan keistiqomahan, juga memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat lalai dan malas dalam melakukan ketaatan. Aamiin. [] Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke [email protected], paling banyak dua 2 halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri.